Jumat, 31 Maret 2017

Readhathon Rising Up The Challenge _Komplek Perguruan Muhammadiyah Antapani

Oleh : Yudhi Kurnia

Menuliskan materi mengenai membaca seakan tak pernah ada habisnya. Ide untuk menuliskan hal-hal mengenai membaca selalu saja ada. Dalam kesempatan kali ini penulis mencoba untuk memberikan sebuah gambaran mengenai kegiatan Readhaton Rising Up the Challenge di Komplek Perguruan Muhammadiyah Antapani Bandung, pada Kamis, 9 Maret 2017.

*Readhaton* kali ini nampak begitu istimewa dan tidak seperti biasa. Kegiatan yang setiap minggunya hanya di gelar di basement gedung baru dengan beralaskan paving block biasa dan di laksanakan oleh kelas besar saja. Sedangkan, untuk hari ini beda sekali. Ada panggung kecil di pinggir lapang aspal sekolah, di lengkapi alat pengeras suara, terdengar komando dari Kesiswaan SD Muhammadiyah 7 Bandung untuk para peserta didik segera menuju ke Lapang dengan membawa buku bacaan dan alas duduk. Tanpa menunggu waktu lama, semua level kelas dari kelas 1-6 berjumlah mulai berdatangan dan menempati tempat yang sudah ditentukan. Dengan posisi duduk dimulai dari sebelah selatan di isi oleh anak-anak kelas 1 dan selanjutnya ke arah utara di isi kelas 2-6.

Ramai sekali anak-anak ini, duduk dengan rapi dengan menenteng buku. Beragam buku bacaan yang dibawa. Namun dari pemantauan penulis buku yang paling banyak di bawa oleh siswa adalah buku-buku yang bergambar. Hal ini di karenakan anak-anak seusia kelas 1-6 masih senang dengan tulisan, atau cerita-cerita bergambar. Setelah semuanya berkumpul acara pembukaan pun di mulai di awali oleh Bapak Firman, dan di lanjutkan dengan membaca senyap selama 30 Menit. Acara dilanjutkan dengan sambutan oleh KS. SD Muhammadiyah 7 Bandung Bp. Iwan Kurniawan, di lanjutkan sambutan dari WJLRC Jawa Barat Bp. Taofik Yusmansyah, yang sekaligus juga sebagai KS. SMP Muhammadiyah 8 Bandung.

Tiba saatnya sambutan dari Ibu Kepala Dinas Arsip dan perpustakaan daerah Jawa Barat. Dalam paparannya beliau menyampaikan untuk senantiasa mencintai membaca. Dengan kehadiran Kepala Dinas Arsip dan perpustakaan daerah ini Komplek Muhammadiyah Antapani Bandung tengah berlari untuk terus berpacu dengan waktu, berprestasi lebih tinggi lagi, terutama dalam bidang Literasi. Dengan kehadiran Mobil baca di sekolah lebih mempermudah lagi dalam mengakses bahan bacaan yang baik dan berkualitas. Semua stackholder di dorong untuk mencintai membaca, Pimpinan, Guru, Karyawan, Siswa juga Orang Tua harus betul-betul menyenangi membaca.
Diantara sederet acara kamis kemarin, penulis begitu tertarik dengan tema 1000 buku, 1000 siswa, 1000 orang membaca. Jumlah siswa 1-6 plus guru mungkin lebih dari 1000. Namun dengan angka 1000 ini lebih meyakinkan kita semua akan pentingnya budaya membaca.

Semoga acara-acara branding yang tidak biasa ini bisa terus terselenggara. Semangat Membaca, semangat Membuka Jendela, dan berkeliling Dunia.
_“Membaca adalah bagaimana kita Menjadi Manusia”_

Antapani – 10 Maret 2017

Enbukai 2017 di Balai Kota Bandung - Sukses !

Oleh : Yudhi Kurnia

Alhamdulillah, kata itu yang terucap saat rangkaian acara Enbukai 2017 Aikido BAJ pada hari Ahad, 5 Maret 2017 selesai. Kegiatan yang dahsyat, tidak mudah ternyata untuk membuat sebuah kegiatan Ulang Tahun / Enbukai Aikido Bandung Aiki Jutsu yang ke-13 di ruang publik Teras Plaza 2 Balkot Bandung seperti tahun ini. Secara kebetulan saya pribadi yang menjadi Ketua Pelaksananya. Tugas ketua yang tidak akan pernah selesai jika tidak di bantu oleh rekan-rekan Aikidoka yang lainnya.

Rencana semula kegiatan ini akan di selenggarakan di Taman sejarah Kota Bandung, sebuah taman Bungsu yang di miliki kota Bandung saat ini. Melihat banyaknya antusiasme pengunjung di taman ini maka kami pun sepakat untuk menjadikan taman Sejarah sebagai taman pencatat sejarah Enbukai kami di ruang publik. Namun, saat saya berjalan-jalan ke dalam komplek taman Balaikota Bandung muncul ide untuk pelaksanaan Enbukai kali ini di Dalam Komplek Balkot saja. Saat itu saya tertarik dengan keramaian anak-anak bermain sepatu roda di sebuah teras, yang kemudian saya tahu itu adalah area Plaza 2 Balkot Bandung.

Kemudian saya usahakan untuk dapat tempat tersebut sebagai saksi sejarah kegiatan Enbukai 2017 Aikido BAJ ke 13 tahun. Tepat hari minggu 26 Februari ketua dan seluruh panitia mengadakan rapat koordinasi untuk kegiatan Enbukai ke-13. Terimakasih untuk Pak Ari dan kang Septi yang sudah melakukan koordinasi tempat ke Bagian Umum Balai Kota Bandung. Terimakasih juga buat ibu Ajeng yang mewakili dari Dinas Kota Bandung telah memberikan kemudahan baik itu teknis dan administratifnya sehingga acara berjalan lancar.

Tepatnya hari rabu, 1 Maret 2017 surat keterangan pemakaian tempat alhamdulillah keluar. Sehingga kami pun tenang karena surat izin sudah kami kantongi. Terimakasih untuk keluarga besar Pak Ari atas bantuan sound systemnya. Semoga apa yang telah di berikan untuk kelancaran kegiatan Enbukai tahun Allah berikan pahala yang besar.

Penampilan demi penampilan sangat memukau yang di awali dengan Upacara pembukaan, sambutan ketua pelaksana dan Ketua Umum Aikido BAJ Sempay Vidi. Suguhan Ukemi dari Aikidoka usia Anak-anak semua dojo mendapatkan tepuk tangan meriah dari penonton di Balai Kota Bandung. Kemudian demo Iaido dari Sensei Bayu membuat penonton hening sejenak karena permainan Iaido yang membuat decak kagum penonton. Selanjutnya adalah perform dari dojo-dojo Stikes Ahmad Yani, Dojo Muhammadiyah, Dojo Antapani, Dojo Segar Cimahi, Dojo Al-Wafa Ciwidey, Dojo Lembang, Dojo GGM Bandung, Dojo Teratai Brimob Subang, Dojo Lengkong. Tak ketinggalan demo Jo Kata 31 dari para Aikidoka Sabuk Coklat, Jo Kata adalah teknik menggunakan Tongkat di dalam pertarungan beladiri Aikido. Memainkan Jo perlu ketenangan, kecepatan dan power. Sempay sabuk coklat begitu bersemangat melakukan gerakan demi gerakan Ayunan Tongkat. Rangkaian acara di selingi dengan penyerahan Sabuk Hitam kepada yang tahun ini naik ke Tingkat Yudansha yaitu Sempay Syamsul dari Al-Wafa dan saya sendiri dari Dojo Antapani.

Penampilan semakin panas, panas dalam arti sebenarnya karena Matahari Cerah menyinari Kegiatan kami, panas juga berarti penampilan yang eklusif oleh Para Sensei juga dari Sensei Kushadiyanto yang semakin menambah tepukan gemuruh penonton yang hadir. Akhirnya setelah semua rangkaian selesai, tibalah pada acara penutupan dan doa. Acara yang tak kalah penting adalah Photo Wefie. Terimakasih Pak Amor, Pak Nandang dan Mas Eko atas jepretannya. Paniti tunggu jepretan yang Ekslusifnya dalam bentuk file DvD. Hehehehe. Terimakasih untuk MC yang Segar dari Stikes sdri Putri yang calon perawat.

Sampai di Kegiatan Aikido di lain Waktu. Semangat terus, semangat berlatih dan semangat kekeluargaan. Ganbate Salam Aikido Bandung Aiki Jutsu. OsH.
Sukamenak, 5 3 2017

Belajar menulis melalui Blog


Oleh : Yudhi Kurnia

Budaya baca-tulis atau istilah kerennya _literasi_ saat ini sedang gencar di lakukan di sekolah-sekolah. Sebuah posisi kurang menguntungkan untuk Indonesia dalam hal baca karena menjadi negara yang Intensitas baca penduduknya rendah sekali. Apalagi jika kita telisik dari budaya tulis menulis sangat-sangat jauh tertinggal sekali. Perlu kita akui jika di Indonesia yang paling banyak itu adalah budaya tutur atau budaya bicara. Sebagai buktinya jika orang _bule_ trip ke sebuah negara hal pertama yang mereka lakukan adalah membeli peta sebagai petunjuk arah dan tempat. Untuk orang-orang Indonesia hampir kebanyakan adalah bertanya. So..cukup beda bukan, menggunakan peta sebagai aplikasi baca, dan bertanya sebagai ciri khas dari budaya tutur.

Mengajari anak didik di sekolah dalam membudayakan baca-tulis sebuah hal yang gampang-gampang sulit. Di perlukan metode dan cara yang kreatif agar budaya baca-tulis mampu terjadi di lingkungan yang serba _gadget_ atau _komputer minded_ ini. Setiap Guru di sekolah seyogyanya mempunyai formulasi khusus untuk membelajarkan siswa dalam budaya baca-tulis.

Dengan gadget dan internet di genggaman mereka seharusnya budaya baca-tulis tidaklah menjadi sulit. Mereka bisa memanfaatkan perangkat Gadget mereka untuk membaca dan membuat tulisan. Bahkan dengan kuota internet yang dimiliki akan sangat mudah untuk membagi dengan yang lainnya hasil tulisan yang pernah mereka buat.

Weblog atau blog adalah sarana yang efektif untuk membelajarkan siswa dalam budaya baca-tulisnya. Dengan kemudahan aksesnya melalui internet weblog adalah hal yang super mudah, ringan dan hasil yang spektakuler. Hal ini karena postingan tulisan bisa di baca oleh seluruh dunia.

Namun, lagi-lagi budaya ini harus di dorong secara maksimal terutama oleh guru-guru di sekolah. Memberikan tugas kreatif berupa laporan bisa di instruksikan untuk di tulis dalam Weblognya, dengan demikian tulisan yang di buat oleh siswa dapat terbaca oleh semua orang. Berikan tugas yang berhubungan dengan pembelajaran dengan mengaplikasikan perangkat gadget dengan Weblognya.

Banyak indikator penilaian yang bisa di lihat dari blog yang di buat oleh siswa. Keruntutan berpikir, keterampilan komputer, bahasa yang digunakan, sopan santun atau etika dalam berinternet bisa di pantau melalui blog ini. Ungkapan bahasa tulis yang mereka tulis dapat menggambarkan seberapa tinggi minat baca mereka.

Konten blog bisa disesuaikan dengan hobby masing-masing anak disampin konten yang harus ada dalam pembelajaran. Dengan piawainya para peserta didik mengelola weblognya maka dengan sendirinya struktur berpikirnya akan lebih baik lagi, jika peserta didik sibuk dengan weblognya dan aktif posting konten yang bermanfaat, sepertinya dengan sendiri mereka dapat menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal negatif.

Dengan pemanfaatan teknologi secara tepat maka teknologi yang katanya seperti dua mata pisau ada positif dan negatif dengan demikian harus menjadi satu mata pisau saja yaitu positif. Sudahkah anda punya Blog Pribadi, bijaklah dalam menggunakan teknologi.
Cangkuang, 15 02 2017

Jumat, 15 Juni 2012

Wasiat Imam Ibnu Al-Jauzi Kepada Buah Hatinya

Wasiat Imam Ibnu Jauzi kepada sang buah hatinya

diambil dari ikadi.or.id

Sekilas tentang Ibnul Jauzi:
 
Imam Ibnu Jauzi adalah seorang ahli fikih, penasehat dan pakar pendidikan hati (tarbiyatun nufus). Majelis taklimnya dikenal dengan jama'ahnya yang berjumlah ribuan orang. Bahkan pernah sesak oleh ratusan ribu orang. Apabila acara taklimnya diadakan ba'da ashar, maka dari pagi jama'ahnya sudah menyesaki lokasi dan saling berebutan tempat. (Lihat: Sair A'lam Nubala oleh Imam Dzahabi 21/365 dan Dzail Thobaqot Hanabilah oleh Ibnu Rajab Hambali 1/399)
 
Wasiatnya kepada sang buah hati:
 
Memburu keutamaan dalam agama:
 
Ibnul Jauzi memiliki banyak karya tulisan. Yang paling masyhur di antaranya adalah kitab لفتة الكبد فى نصيحة الولد . Ibnu Jauzi berwasiat kepada anaknya Muhammad yang dijuluki dengan Abu Qosim. Katanya:

Wahai anakku...Ketahuilah -Semoga Allah merestuimu- bahwa anak Adam tidak diistimewakan dengan akal melainkan agar ia mengajaknya berpikir. Untuk itulah hadirkanlah akalmu, gerakkanlah ia dan tegurlah dirimu dengan akalmu itu, niscaya akan jelas olehmu bahwa dirimu itu adalah makhluk yang memiliki beban dalam hidup ini(mukallaf). Engkau diwajibkan melaksanakan ibadah-ibadah fardhu. Dua malaikat selalu menyertaimu dengan menghitung lafaz-lafaz dan pandangan matamu. Sesungguhnya nafas-nafas kehidupan adalah derap-derap langkah menuju ajal, batas kontrakmu di dunia ini sangat sebentar, sementara 'penjara' di dalam kubur amat lama sekali, lalu siksa yang mengiringi hawa nafsu terasa sangat keras. Lantas, di manakah kelezatan kemarin (di dunia)?! Ia telah pergi dan meninggalkan penyesalannya. Dan di mana pulakah syahwat diri itu?! Ia t'lah meninggalkan isi kepala dan lenyap sudah.
 
Tidaklah orang yang berbahagia itu kecuali karena ia melawan hawa nafsunya. Dan tidaklah orang celaka melainkan karena ia lebih mementingkan dunianya...
 
Malas meraih berbagai keutamaan dalam agama adalah seburuk-buruknya teman dekat dan cinta kesantaian akan mewarisi penyesalan..,Waspadalah! dan tegurlah dirimu! Ketahuilah bahwa melaksanakan kewajiban agama dan meninggalkan hal-hal yang haram merupakan suatu keharusan. Kapan saja seseorang melampaui batas, maka nerakalah yang dijanjikan untuknya.
 
Ketahuilah, bahwa mencari keutamaan adalah akhir keinginan mereka yang bersungguh-sungguh. Dan dengan sungguh-sungguh itulah kekuatan hadir..
 
Oleh karena itu orang yang memiliki cita-cita besar harus meraih segala keutamaan itu, kemudian menyibukkan diri dengan menghafal al-Qur'an dan mempelajari tafsirnya, hadits Rasulullah saw, mengenal siroh beliau saw dan siroh para sahabatnya, dan para ulama setelah mereka, untuk menentukan pilihan martabat yang lebih tinggi..
 
Tidaklah cita-cita mulia itu terhenti melainkan karena kejelekannya. Sebab, kalau tidak, kapan saja himmah (cita-cita mulia) itu meninggi ia tidak akan tergoda oleh dunia.
 
Kapan saja engkau melihat dalam dirimu ada rasa lemah (bete), bertanyalah kepada Allah, atau rasa malas mengadulah kepada-Nya. Engkau tidak akan memperoleh kebaikan selain dengan mentaati-Nya. Dan tidaklah kebaikan itu terlewati dari dirimu kecuali lantaran kemaksiatan yang engkau lakukan.
 
Pengalaman hidup:
 
Aku akan ceritakan sekilas pengalaman hidupku. Mudah-mudahan kamu bisa mencontohnya.
Aku punya himmah (cita-cita yang besar dan mulia) yang besar sekali. Suatu kali aku berada di kelas tempat belajar dan menghafal al-Qur'an. Waktu itu usiaku sekitar 6 tahun. Aku punya teman-teman bermain yang usianya jauh di atasku. Kala itu aku dikarunia akal yang matang melebihi akal orang-orang dewasa. Sedikitpun aku tidak senang bermain bersama teman-teman sebayaku di jalan-jalan, dan tertawa terbahak-bahak bersama mereka.
 
Suatu kali, disaat umurku 7 tahun, aku datang ke teras masjid untuk mencari hadits. Tiba-tiba terdengar seseorang sedang membacakan sanad (riwayat hadits atau al-Qur'an) yang sangat panjang. Seketika aku hafal semua yang aku dengar itu. Dan kemudian aku pulang dan menuliskannya di rumah..
 
Sungguh, Allah telah memanag dan mendidik diriku ini, memberikan pahala yang lebih baik bagiku, menjagaku dari musuh-musuh dan para pendengki yang membuat makar atasku, membentangkan sebab-sebab turunnya ilmu, memberikan penghasilan kepadaku dari arah yang tidak aku sangka-sangka, memberikan karunia pemahaman, cepat menghafal dan pandai menulis buku. Sedikitpun aku tidak menyukai dunia. Malah Allah membuatku merasa cukup dengannya dan menambahkan lebih bagiku serta aku bisa diterima oleh semua secara luas oleh manusia...
 
Aku pernah berkeliling mendengarkan hadits dari para guru, nafasku hampir putus karena keletihan berlari agar tidak tertinggal mereka. Pernah juga aku bangun pagi dan tidak memiliki makanan sedikitpun. Demikian pula di sore harinya.
 
Rahasia dari itu adalah bahwa aku mengumpulkan semua wasiatku itu dari firman Allah swt yang berbunyi:
 
واتقوا الله ويعلمكم الله
 
Artinya: "Dan bertakwalah kepada Allah niscaya Dia akan mengajarkanmu.."(Qs al-Baqoroh: 282).

Bersegera bertaubat dan memanfaatkan sisa umur:
 
Perhatikanlah wahai anakku..Sesalilah waktu-waktu yang telah kamu hambur-hamburkan tanpa makna dan gapailah sifat-sifat orang-orang yang sempurna selagi kamu masih memiliki kelapangan waktu, siramlah dahanmu selama ia masih muda (hijau), ingat-ingatlah kembali waktumu yang telah berlalu. Cukuplah itu menjadi nasehat yang t'lah sirna rasa malas di dalamnya, dan  pintu-pintu fadhilah telah berlalu.

Generasi salafus sholeh -rahimahumullah- dahulu mencintai semua sifat keutamaan dan menangis ketika sifat-sifat itu hilang dari diri mereka.
 
Ketahuilah, wahai anakku, bahwa hari-hari beternak waktu, waktu beternak nafas-nafas, setiap  nafas memiliki segudang amal. Maka berhati-hatilah jikalau nafas-nafas itu lenyap tanpa arti sehingga akibatnya engkau lihat ia gudang amal yang kosong di hari kiamat kelak. Lalu engkaupun menyesal.
 
Seseorang berkata kepada Amir bin Qois: "Santailah sejenak. Saya mau bicara dengan anda!" Amir mengelak sambil menjawab: "Peganglah matahari." Yakni; bahwa zaman itu akan berlalu dan aku tidak akan menyia-nyiakan sedikitpun bagian darinya, kecuali jika engkau bisa menghentikan gerak matahari itu.
 
Dalam sebuah hadits dari Jabir radiyallahu anhu dari nabi shallahu alaihi wasallam beliau bersabda: 
 
من قال سبحان الله العظيم وبحمده غرست له نخلة قى الجنة
 
"Barangsiapa yang berucap "Subhanallohil Adzhim wa bihamdihi" maka akan ditanamkan baginya sebuah pohon kurma di surga."(HR. Tirmizi, No.3463)
 
Lihatlah orang-orang yang suka menyia-nyiakan waktunya, betapa banyak sudah ia menyia-nyiakan pohon kurma itu!!

Takwa sebaik-baik bekal
 
Wahai anakku!
Kapan saja takwamu benar, pasti engkau akan melihat kebaikan. Orang bertakwa itu tidak pernah riya kepada makhluk dan tidak menantang sesuatu yang bisa merusak agamanya. Barangsiapa yang menjaga peraturan Allah, pasti Allah akan menjaga dirinya...
 
Ketahuilah, wahai anakku..
Bahwa sebaik-baik harta simpanan adalah menundukkan pandangan dari apa-apa yang diharamkan Allah swt, menjaga lidah dari ucapan yang berlebih-lebihan, memelihara semua aturan-aturan-Nya dan mengutamakan kepentingan Allah dari hawa nafsu.
 
Intropeksilah dirimu pada setiap pandanganmu, ucapanmu dan langkahmu. Sesungguhnya engkau bertanggungjawab penuh atas itu semua. Selama engkau mengambil manfaat dari ilmu, Insya Allah manusia akan mendengarkanmu. Kapan saja seseorang memberi nasehat yang tidak dia amalkan terlebih dahulu dengan ilmunya, maka pengaruh nasehatnya itu akan mental dari hati mereka, sebagaimana air akan mengalir menjauhi batu. Janganlah engkau memberikan nasehat kecuali dengan niat yang baik. Janganlah engkau berjalan kecuali dengan niat, dan jangan makan melainkan dengan niat. Insya Allah dengan mencontoh akhlak orang-orang sholeh dulu, semua yang ada pada dirimu akan tersingkap jelas.
 
Tunaikanlah masing-masing orang hak mereka. Baik itu istri, anak, ataupun kerabat. Periksalah setiap waktu-waktumu, bagaimana ia berlalu? Janganlah engkau 'lepas' ia melainkan itu adalah waktu-waktu yang paling mulia. Janganlah engkau bersantai-ria. Biasakanlah beramal sebaik dan seprofesional mungkin. Menabunglah untuk liang kuburmu apa-apa yang bisa membuatmu senang menuju ke arah sana. Seperti dikatakan:
 
يا من بدنياه اشتغل       وغره طول الأمل
الموت يأتى بغتة     والقبرصندوق العمل
 
Hai orang yang sibuk dengan dunianya                   dan diperdaya oleh panjang angan-angan
Kematian akan datang dengan tiba-tiba                            dan kuburan sebagai kotak amal

Perhatikanlah akibat dari akhir segala urusan, Insya Allah kesabaran akan memudahkanmu menghadapi semua kesenangan dan kebencian. Jika engkau menjumpai dirimu dalam keadaan lalai, ajaklah ia refreshing ke kuburan. Ingatkanlah ia dengannya akan dekatnya perjalanan panjang.
 
Aku yakin engkau, wahai anakku, tidak berprasangka buruk atas semua harapanku ini kepadamu. Aku telah menyerahkan dirimu kepada Allah swt. Kepada-Nya aku memohon agar engkau direstui dalam menuntut ilmu dan mengamalkannya. Inilah wasiat yang ingin kusampaikan kepadamu. Tidak ada daya dan upaya melainkan hanya dari Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.
 
 
Semoga wasiat Imam Ibnu Jauzi ini bisa kita renungkan dan kita sampaikan kepada buah hati kita yang memang Allah takdirkan hidup di zaman yang penuh dengan tantangan dan cobaan hidup ini. Amiin..
 
Wallahu a'lam bish-showab

(Hidayatullah, Lc al-Hafiz)

Selasa, 13 Maret 2012

Soal-Pra US - Buat Latihan

Anak-anak kelas IX berikut bapak tampilkan soal latihan - harap untuk diisi dan dijawab via email. 
ke sinatria.sunda@gmail.com
 
http://www.4shared.com/office/UQVQqiPX/soal_pra_US.html?refurl=d1url 

Selasa, 18 Oktober 2011

Tugas Kelas IX - 18 Okt 2011

Assalamu'alaikum wr. wb

Anak-anak kelas ix, hari ini bapak mengirimkan tugas dan ditayangkan di blog ini. tugas kalian adalah mengerjakan apa yang di perintahkan dalam suara audio yang kalian boleh Unduh/Download disini. Dengarkan baik-baik dan bagi yang tidak kebagian headset tolong untuk berbagi sama temannya. 

Terimakasih

Wassalamu'alaikum wr. wb

Kamis, 29 September 2011

Ada Kejujuran dalam Laptopku

http://www.thevarguy.com
.
Alhamdulillah, kata yang pertama terucap tatkala ayah pada 3 hari lalu memberikan kado ulang tahunku yang ke-11. Perkenalkan namaku adalah Genius, ayahku bernama Smart dan ibu bernama Choice mereka semua adalah sosok yang sangat kucintai dan kusayangi. Aku menyayangi mereka.

Pada hari itu senang dalam hatiku tidak dapat digambarkan, setelah kutahu ternyata isi kado pemberian ayah adalah sebuah laptop. Ku tahu bahwa laptop yang diberikan ayah tidaklah terlalu canggih. Akan tetapi cocok bagiku yang masih belajar ini.

Terbayang dalam pikiranku kerjaan dan tugas-tugas yang bisa ku selesaikan dengan laptopku itu. Dengan laptopku, aku ngga harus pergi ketempat rental komputer hanya sekedar buat mengetik tugas yang diberikan oleh bapak guru disekolah. Aku juga tidak akan pernah lagi dengar nasihat-nasihat ayah manakala aku sering pulang malam dari rental sehabis mengerjakan tugas yang menumpuk dari sekolah ku.

Isi kado itu adalah harapanku 3 bulan terakhir yang pernah ku utarakn pada ayah disela-sela perbincangan keluarga waktu itu. Awalnya ayah menjanjikan memberikan PC-Desktop saja, untuk membantu tugas-tugasku. Aku sempat sedikit menolak tawaran ayah itu, sebab ruang kamarku kecil sehingga jika harus di tempatkan lagi dengan PC rasanya semakin sempit saja.

Pada akhirnya ayah putuskan untuk memberikan laptop saja, katanya biar bisa aku bawa-bawa dan bisa terus belajar dengan laptopku itu. Laptopku juga akan kumanfaatkan untuk membantu dalam pembelajaran sains, karena sudah hampir satu tahun aku belajar dengan kelompok sains. Dan sering mengikuti lomba-lomba sains. Baik itu diwilayah jawa barat, bahkan aku sering dibawa mengikuti lomba sains tingkat nasional.

Waktu itu tak sabar rasanya ingin segera ku nyalakan laptopku itu dan segera untuk menggunakannya, ayah masih berada disampingku mendampingi. Setelah dibuka, aku kaget dengan tampilan dilaptopku ternyata berbeda dengan yang selama ini pernah aku pelajari disekolah atau ku pakai di rental.

Untung ayah ada disampingku dan membimbing dalam menggunakan laptopku itu untuk pertama kalinya. Ayah menyuruh aku untuk memasukan password yang di berikan tadi ketika hendak membuka laptop. Setelah password terbuka tertampilah dalam layar desktop laptopku dan terlihat jelas sebuah logo yang asing bagiku dan tertulis dengan nama Ubuntu 11.04.

Ayah apa ini .? tanyaku.
Ini Ubuntu, Genius. Jawab ayah.
Muncul kerutan di dahiku tanda ku heran, dan kulihat ayah hanya tersenyum.

Ayah menjelaskan bahwa sistem operasi yang bertugas mengatur dan menjalankan sistem di laptopku termasuk kedalam software yang free. Katanya aku boleh menggunakan, memodifikasi dan bisa ikut memberikan bantuan dalam pengembangan sistem tersebut ketika aku sudah mampu nantinya. Bila dibandingkan dengan software lain yang berbayar, maka aku katanya mempunyai kebebasan yang lebih dan salah satunya aku bebas untuk menginstalkan dimana saja. Lisensi yang digunakan adalah lisensi opensource kata ayah. Ada juga lisensi lain yang mengharuskan aku untuk membayar dari software yang dibeli, aku juga tidak bisa merubah, memodifikasi ataupun menyebarluaskannya. Jika disebarkan ataupun dalam hal ini adalah aku membajaknya kata ayah itu termasuk melanggar pasal Hak Atas kekakayaan Intelektual, wilayahnya adalah pidana, begitu kata ayah.

Aku yakin dalam hal demikian ayah adalah jagonya, menurut cerita ayah, beliau juga aktif di komunitas pengguna software legal ( opensource ).

Berarti yah. Laptopku ini laptop kejujuran dong ?. tanyaku.
Kenapa gitu, de ? timbal ayah.

Menurut cerita ayah software di laptopku kan free. Jadi legal dong yah ? Nggak harus bayar lagi. ? kalaupun memperbanyak tidak masuk membajak, asyik.
Kalau begitu berarti aku ngga harus membajak segala yah.. hehehehe ( tawaku ).

Memang membajak software bukan keharusan de. Itu adalah salah satu bentuk pelanggaran, sebab melanggar norma dan undang-undang.

Asyik, insya alloh dengan adanya kejujuran dalam laptopku ini, belajarku akan lebih barokah lagi, yah.; kataku.
Akan tetapi ade harus lebih banyak belajar lagi, lebih giat lagi,!, ayah menasihati,
Siaappp !, kataku.

Ayah juga berpesan agar aku merawat baik-baik laptopku itu. Ehm dalam laptopku juga sudah tersedia bermacam-macam software yang dapat membantuku untuk mengerjakan tugas-tugas komputer dari sekolah, meski tidak sama dengan yang ada disekolah, menurutku tugas yang dihasilkan itu yang lebih penting.

Alhamdulillah ya alloh engkau telah memberikan ayah dan ibu terbaik dalam hidupku.

“ Ayah takkan kusia-siakan pemberianmu ini, dan terimakasih engkau telah memberikan nilai kejujuran dalam laptopku itu “

Yudhi Kurnia, ST
29-09-2011

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons