Kamis, 28 Oktober 2010

Program Peningkatan Kemampuan Guru dalam Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai Bahan Peningkatan Mutu Ajar Guru Muhammadiyah Antapani Bandung


Oleh : Yudhi Kurnia, ST
Pendahuluan
Perkembangan zaman sekarang ini telah berubah sedemikian cepat, pola pengajaran yang diajarkan oleh tiap-tiap guru dalam lingkungan pendidikan semakin ditingkatkan, hal tersebut tiada lain guna menggapai tujuan pendidikan yang bermutu dan berkualitas. Pola-pola ajar konvensional yang hanya mengajarkan metode ceramah saat ini mulai tergeser dengan pola ajar yang lebih interaktif dan pembelajaran lebih ditekankan dengan menggali potensi peserta didik, dalam hal ini berarti guru bertugas sebagai motivator dan fasilitator untuk peserta didiknya.

Sesuai dengan tuntutan profesionalisme guru dalam mendidik maka kemampuan setiap guru untuk mengembangkan bahan ajarnya yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi mutlak di perlukan. Hal ini diperlukan seiring dengan semakin pesatnya kemajuan teknologi komunikasi maupun teknologi komputer saat ini. Dan pengajaran yang diberikan kepada peserta didik lebih menarik, lebih menggugah ghiroh ( semangat ) peserta didik untuk terus belajar dikarenakan pembelajaran yang diberikan oleh guru cenderung menarik dan tidak monoton. Semua itu kemungkinan besar didukung oleh metode dan cara pemberian materi yang berbasis TIK mudah dicerna dan lebih tepat pada sasaran.

Ada sebuah problematika besar pada saat ini, disaat guru dituntut untuk bisa lebih mengembangkan bahan ajar atapun metode ajar berbasis TIK, terdapat pula kendala dimana tidak jarang guru yang sampai saat ini mungkin belum paham dan tidak begitu familier dengan penggunaan bahan ajar berbasis TIK, padahal bila ditelisik lebih mendalam pembelajaran berbasis TIK ini sedikit banyak membantu setiap guru dalam menyampaikan materi kepada peserta didiknya agar lebih dapat dipahami dan dimengerti secara cepat.

Kendala-kendala yang dialami bagi sebagian guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis TIK yang paling banyak ditemui adalah seorang pendidik atau dalam hal adalah guru enggan, ataupun kurang bersemangat untuk mencoba metode pembelajaran berbasis TIK dikarenakan seorang pendidik tersebut tidak mau belajar untuk mehamami bagaimana belajar menggunakan perangkat TIK secara maksimal untuk membantu dalam proses pembelajaran. Hal ini bisa disebabkan karena faktor usia dari gurunya sendiri yaitu merasa tidak sanggup untuk belajar hal baru apalagi harus berpikir keras untuk belajar dari awal.
Akan tetapi, SD-SMP Muhammadiyah mempunyai sebuah terobosan yang bagus demi peningkatan kualitas guru dalam memberikan pengajaran kepada peserta didiknya dengan diadakannya “ Program Peningkatan Kemampuan Guru dalam Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai Bahan Peningkatan Mutu Ajar Guru Muhammadiyah Antapani Bandung “ . Program ini bertujuan melatih para guru yang berada di lingkungan SD-SMP Muhammadiyah dalam bidang keterampilan komputer sebagai sebuah media untuk menyampaikan materi bahan ajar yang menarik dan menyenangkan bagi peserta didiknya.

Tujuan

Adapun yang menjadi tujuan dari diadakannya program tersebut diatas adalah memberikan pelatihan kepada guru-guru yang berada dilingkungan pendidikan SD-SMP Muhammadiyah mengenai bagaimana penggunaan perangkat TIK dalam membantu peningkatan mutu pendidikan dilingkungan SD-SMP Muhammadiyah. Dari mulai tingkat dasar yang dimulai dengan mengenal komponen-komponen dari komputer, bagaimana menghidupkan dan mematikan komputer sesuai dengan prosedur, penggunaan sistem operasi dalam lingkungan Windows dari Microsoft, penggunaan aplikasi perkantoran seperti Ms. Word sebagai tool pembantu dalam hal pembuatan dokumen yang berkaitan dengan proses pembelajaran diantaranya adalah untuk membuat dokumen administrasi perangkat pembelajaran bagi guru, pembuatan modul atau bahan ajar, bahkan sampai dengan pembuatan soal ulangan dan latihan. Tidak hanya itu akan dipelajari pula bagaimana mengolah nilai dengan menggunakan Ms.Excel, karena dengan menggunakan program ini maka proses pengolah nilai bisa lebih cepat dan efisien, bahkan dengan kita dapat menguasai program ini kita bisa membuat grafik peningkatan nilai dari peserta didik, bahkan bisa mengolah ranking dengan cepat dengan sedikit menambahkan rumus.

Tidak hanya itu setelah guru  menguasai materi yang disebutkan di paragraf atas, sebagai lanjutannya maka akan dikenalkan pula bagaimana membuat sebuah bahan presentasi yang bisa di gunakan sebagai bahan ajar dalam penyampaian materi pembelajaran baik itu di kelas maupun di ruangan laboratorium. Seiring dengan meningkatkannya kemampuan dalam membuat presentasi maka guru pun dituntut untuk menggunakan media yang mendukung dalam penyampaian informasi melalui LCD Proyektor ( atau yang lebih familier adalah disebut dengan infocus ).

Materi Pelatihan

Materi yang disampaikan dalam program ini menyangkut kedalam dua aspek, yaitu :

1.    Aspek keterampilan penggunaan komputer untuk membantu kelancaran dalam memberikan materi bahan ajar. Materi tersebut diantaranya adalah :
•    Mengenal Komponen-komponen penyusun sebuah PC atau komputer
•    Mengetahui cara menghidupkan dan mematikan komputer yang sesuai dengan ketentuan.
•    Menggunakan sistem operasi Windows, diantaranya adalah bagaimana mengelola folder ( membuat, mengganti nama, menghapus folder ) agar file yang kita letakkan bisa lebih teratur.

2.    Aspek keterampilan penggunaan software aplikasi dalam administrasi guru, pembuatan bahan ajar, pengolahan nilai, sampai dengan penyampaian informasi melalui media presentasi. Materi-materi tersebut secara garis besar adalah :
•    Mengenal dan paham penggunaan software aplikasi Microsoft Word dalam membantu pengadministrasian perangkat pembelajaran seorang guru.
•    Mengenal dan paham penggunaan software aplikasi Microsoft Excel dalam membantu dalam pengelolaan penilaian supaya lebih efektif dan efisien.
•    Mengenal dan paham penggunaan software aplikasi Microsoft Power Point dalam membantu pembuatan media presentasi bahan ajar, ataupun presentasi lainnya yang berkaitan dengan proses belajar mengajar baik itu diruang kelas maupun di Laboratorium.

3.    Aspek keterampilan penggunaan internet sebagai bahan pembantu dalam mempersiapkan bahan ajar, khususnya yang berkaitan dengan pengambilan materi pembelajaran yang bersumber dari internet. Meliputi keterampilan dasar sebagai berikut :
•    Mengenal internet dan jaringan komputer secara global sebagai media informasi dan komunikasi tanpa batas.
•    Memiliki kemampuan dasar dalam menggunakan Web Browser sebagai sarana penghubung antara peserta pelatihan dengan dunia Internet / Maya.
•    Memanfaatkan jaringan komputer internet sebagai sarana pencarian informasi yang menunjang untuk pemenuhan materi pembelajaran yang akan di sampaikan kepada peserta didik.
•    Memanfaatkan Search Engine untuk mencari informasi yang berguna dalam pemenuhan materi bahan ajar.
•    Memanfaatkan sarana Email, untuk berkirim mau menerima surat secara elektronik.
•    Mengunduh / mendownload materi pembelajaran yang ada di internet.
•    Mengunggah / upload materi pembelajaran ke internet dan berbagi dengan orang lain, bisa melalui media milling list, ataupun media WebBlog.


Alokasi Waktu Pelaksanaan Pelatihan

Alokasi waktu ketercapaian setiap materi bergantung kepada pemahaman dan kecepatan setiap peserta pelatihan khususnya guru dalam memahami materi-materi yang diberikan, meskipun demikian selayaknya program diatas diatur sedemikian sehingga tidak mengganggu program yang lain yang mempunyai tujuan sama yaitu meningkatkan kemampuan guru, dan bisa saja disandingkan dengan program lain yang relevan dengan tujuan dari program diatas. Alokasi waktu tersebut bisa dijelaskan sebagai berikut :

1.    Untuk point pertama pada materi yang dijelaskan diatas memerlukan waktu 4 X pertemuan dimana masing-masing pertemuan dilaksanakan selama 1,5 Jam. Jumlah total jam untuk program tersebut adalah 6 Jam secara reguler. Bisa dilaksanakan 2 kali seminggu.

2.    Untuk point kedua pada materi yang dijelaskan diatas memerlukan waktu 15 X pertemuan dimana masing-masing pertemuan dilaksanakan selama 1,5 Jam. Jumlah total jam untuk program tersebut adalah 22, 5 Jam secara reguler. Bisa dilaksanakan 2 kali seminggu.

3.    Untuk point ketiga pada materi yang dijelaskan diatas memerlukan waktu 20 x pertemuan dimana masing-masing pertemuan dilaksanakan selama 1,5 Jam. Jumlah total jam untuk program tersebut adalah 30 Jam secara reguler. Bisa dilaksanakan 3 x seminggu.


    Jadwal pelaksanaan pelatihan adalah setiap hari Senin, Rabu dan Jum'at dijadwalkan dimulai dari pukul 14:00 hingga Pukul 15:30, khusus hari sabtu dilaksanakan dari mulai pukul 10:00 – 11:30.

Peserta Pelatihan

Peserta pelatihan yang bisa mengikuti program ini adalah Guru-guru di SD-SMP Muhammadiyah, dari berbagai jenjang level kelas, dari kelas 1 – 9. Baik yang bertugas sebagai guru bidang ataupun wali kelas dan guru kelas.

Instruktur atau trainer

Untuk mempercepat ketercapaian materi yang diberikan, digunakan sebuah konsep pelatihan dengan tutor sebaya, maksudnya adalah setiap anggota pelatihan yang sudah lebih dahulu memahami tentang sebuah materi yang akan disampaikan maka diharuskan untuk menularkannya pada sebayanya yang belum memahami, ini bertujuan untuk lebih bisa mempercepat pemahaman bagi yang belum begitu paham dengan materi yang diberikan. Disamping itu diharuskan pula ada tutor inti yang akan memberikan materi secara menyeluruh kepada setiap peserta pelatihan. Dimana tutor ini adalah orang yang berkompeten secara akademis dalam menyampaikan pokok materi.

Modul Pelatihan

Modul merupakan hal yang sangat membantu dalam percepatan pencapaian tujuan pelatihan, dimana modul ini berisi teori, latihan-latihan atau petunjuk-petunjuk praktek selama peserta pelatihan mengikuti program pelatihan. Konsep modul yang diberikan adalah bercirikan ATM ( Amati, Tiru dan Modifikasi ), artinya bisa jadi isi dari materi modul tidak sama dengan yang dikerjakan oleh peserta pelatihan dikarenakan peserta wajib untuk mengamati lalu kemudian menirukan dan selanjutnya adalah melakukan modifikasi agar setiap pekerjaan ataupun praktek yang dilakukan dari sisi materi akan lebih berkembang atau tidak monoton.

Setiap peserta akan mendapatkan sebuah modul dari setiap materi yang disampaikan bahkan bisa jadi mendapatkan se-bundle modul yang mencakup isi materi dari keseluruhan pelatihan. Hal ini bisa disesuaikan dikarenakan ada kemungkinan guru akan lebih memahami jika modul diberika secara berangsur sesuai dengan materi yang diberikan. Diharapkan dengan cara ini tidak menjadikan materi bahan ajar hanya bertumpuk saja, disebabkan keengganan untuk membaca atau mempraktekan dikarenakan ketebalan modul yang begitu tebal.

Biaya Pelatihan

Adapun pembiayaan dari pelatihan adalah pembiayaan dari sekolah mengambil dari biaya pelatihan peningkatan profesionalisme guru dalam mendidik, bisa juga di dapatkan dari biaya pribadi setiap guru guna mengikuti program pelatihan diatas. Hal tersebut tidak menjadi permasalahan yang begitu rumit. Ditambah dengan adanya fasilitas yang dipunyai oleh sekolah sebagai sebuah asset SD-SMP Muhammadiyah yaitu ruang Laboratorium Cyber, yang selama 24 jam bisa terkoneksi ke internet, dapat meminimalisir pembiayaan dalam pengadaan fasilitas komputer dalam hal ini adalah sewa. Adapun biaya yang diperlukan adalah untuk pembiayaan instruktur dan modul ( Pembuatan dan Penggandaan ). Untuk setiap pertemuan instruktur inti dberikan fee sebesar Rp. 100.000, dengan minimal jumlah peserta adalah 20 orang. Dengan demikian persatu kali pertemuan setiap peserta pelatihan dikenakan biaya Rp. 5.000, sedangkan untuk penggandaan modul diperkirakan menghabiskan sekitar 20.000 untuk keseluruhan materi modul persatu orang peserta.

Penutup

Puncak dari kegiatan pelatihan ini adalah setiap guru bisa  memanfaatkan komputer sebagai media bantu dalam pengelolaan tugas pengajarannya. Dimana mudah-mudahan dengan telah dikuasainya keterampilan menggunakan komputer sebagai pembantu dalam proses belajar mengajar di kelas, diharapkan guru mempunyai waktu lebih untuk meningkatkan kemampuan akademis dalam mendidik dengan mengikuti pelatihan pengembangan diri seorang pendidik dengan bekal penguasaan komputer.
Akhirnya seperti yang telah dibahas diatas semua itu tidak terlaksana dengan baik tanpa adanya kerjasama yang sinergis diantaranya adalah sekolah sebagai pemilik sarana dan prasaran sekolah juga guru yang merupakan garda terdepan sebagai penyambung lidah keilmuan yang akan di sampaikan kepada peserta didik, agar tujuan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, elaboratif dan menyenangkan bisa terlaksana sehingga peserta didik mendapatkan hasil yang maksimal dalam rangka pengembangan potensi peserta didik melalui pola pembelajaran tersebut diatas. Amien.
 

3 komentar:

You Are Here mengatakan...

nice share pak...ijin baca,,

Kang Prabu Sinatria Anom mengatakan...

ya... makasih, tapi kasih namanya dong... klo ada alamat blog masukin juga yah.. ntar di add di bapa...

the_mystic_ali mengatakan...

bener2 pa heheh... follow yg saya ya pa+comment http://historyzofbandung.blogspot.com/2010/11/sejarah-geng-motor-di-bandung-fakta-dan.html

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons