Rabu, 19 Januari 2011

Etika Moral Penggunaan Perangkat IT ( I ) - Hukum Membajak Software


Saat ini penggunaan perangkat lunak atau software sangat banyak sekali, akan tetapi tahukah kalian bahwa dari setiap software yang kalian gunakan ada hak ciptanya lho. Lebih gampangnya, apakah perangkat lunak atau sofware yang kalian gunakan asli atau bajakan. Yang asli biasanya didapatkan dari toko-toko resmi yang menjual produknya, akan tetapi yang banyakan bisa kalian jumpai di toko-toko yang tidak resmi bahkan mungkin dengan harga yang sangat jauh berbeda dari harga aslinya. Hati-hati lho kalau kita beli produk bajakan kita akan kena sangsi hukuman ataupun denda yang lumayan besar juga lho. Karena dengan kita membeli produk bajakan kita telah melanggar UU tentang hak cipta, karya cipta khususnya yang bermuatan elektronika, baik itu berupa software ( perangkat lunak ), ataupun perangkat keras.

Tidak hanya software program saja, bahkan lagu-lagu yang dipunya tapi tidak di beli secara resmi, itu bisa juga termasuk kedalam pembajakan lho. Lho ko bisa, siapa yang pernah mendownload dari internet lagu dari artis favorit kalian yang mempunyai format data MP3 ?, kalau kalian pernah mendownload lagu format MP3 di internet, itu termasuk perbuatan yang illegal lho. Kasian kan yang membuat lagu tersebut, sudah cape bikin eh malah dibajak. Jika saja kalian berada pada posisi yang dibajak, misal seperti kalian punya hasil karya cipta kemudian tanpa sepengetahuan kalian, karya cipta kalian tersebut diperbanyak dan disebar luaskan, pastinya mungkin akan merasa sakit hati, bahkan bisa jadi kalian akan berhenti untuk berkreatifitas. Tentu kalian masih ingat bukan, peristiwa klaim ( pengakuan ) yang dilakukan oleh negara tetangga kita perihal budaya dan tradisi negara kita yang mereka akui sebagai kebudayaannya ? Berapa banyak warga dari negara kita yang tercinta ini, sempat tersulut emosinya, karena tidak mau dan tidak ridlo budaya asli Indonesia di klaim oleh negara lain. Yang lebih memprihatinkan lagi bahkan warga negaranya Indonesia sendiri tidak tahu akan kebudayaan asli negaranya.

Tidak hanya lagu atau software program, bahkan game-game yang sering kalian beli DVD-nya juga ada Undang-undangnya, dimana kita tidak boleh menggunakan program Game Komputer tanpa izin, program game yang murah itu biasanya bajakan, bahkan satu buah DVD game komputer ada yang berharga Rp. 20.000, 00 – bisa di pastikan DVD Game yang kalian beli itu bajakan, bahkan kalau dalam DVD game tersebut tercantum kode Crack-nya – itu 100 % adalah bajakan.

Apabila kalian cermati perbuatan membajak atau menggunakan barang tanpa sepengetahuan yang mempunyai barang tersebut dalam al-qur'an juga tercantum lho, ngga percaya coba kalian buka surat an-nisa : [4] : 29

Hai orang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu

Dalam ayat diatas berisi larangan untuk memakan harta sesama manusia dengan jalan yang bathil, dalam hal ini kita hubungkan dengan pembajakan, karena apa yang kita gunakan dan tidak membeli dari aslinya itu orang yang membuatnya tidak tahu bahkan tidak suka akan perbuatan membajak tersebut.

Selain kandungan al-qur'an dalam surat an-nisa diatas, akan diperlihatkan juga tentang peraturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia dalam bentuk Undang-undang Hak Cipta, yaitu :

  • UU Hak Cipta No.7 Tahun 1987
  • UU Hak Cipta No. 12 Tahun 1997
  • UU Hak Cipta No. 19 Tahun 2002

Menurut Undang-undang tersebut, pemegang hak cipta atas karya sinematografi dan komputer memiliki hak untuk memberikan izin atau melarang orang lain untuk menggunakan ciptaannya untuk kepentingan yang bersifat komersil.

Tentunya kalian tidak mau dan tidak ingin terkena sanksi pembajakan kan ?, karena bila melakukan pelanggaran terhadap UU Hak Cipta untuk Program Komputer akan dikenai sanksi atas hukuman yang telah ditetapkan dalam Pasal 72 ayat (3) UU Hak Cipta No. 19 Tahun 2002 yang bunyinya adalah :

Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak memperbanyak penggunaan untuk kepentingan komersial suatu program komputer dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 ( lima ) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000, 00 ( lima ratus juta rupiah ).

Tentunya itu untuk sangsi yang ada didunia, belum lagi sangsi yang diberikan oleh Alloh SWT, aduh ngga mau dech. Penanaman sikap menghargai hasil karya orang lain harus dimulai sejak dini, sejak masih kecil, karena kalau sudah mengakar dan dimulai dari besar akan sangat sulit sekali. Jangan sampai negara kita mendapatkan julukan negara terbesar yang membajak hasil karya program orang lain. Semoga negara kita akan lebih mempunyai harga diri yang besar manakal setiap individu bisa menghargai hasil karya dari orang lain. Dalam artikel yang akan keluar nanti penulis akan memberikan solusi supaya kita terhindar dari membajak, yaitu yang disebut dengan open source. Mau tahu kelanjutannya tunggu edisi berikutnya yah.

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons