Sabtu, 18 Juni 2011

Guru Kreatif pasti Go Opensource


Guru merupakan sosok yang berhati mulia, mengajar secara ikhlas dan dengan cara cerdas. Pola pembelajaran yang dilakukan adalah mendidik dengan ulet dan tekun, serta sesuai dengan kaidah-kaidah pembelajaran yang PAIKEM ( Pembelajaran Aktif Inovatif, Kreatif dan Menyenangkan ). Terlebih pada saat ini dengan kemajuan zaman dan teknologi, khususnya teknologi informasi dan komunikasi akan sangat membantu sekali dalam proses pembelajaran. Hal tersebut akan berdampak pula guru dituntut untuk senantiasa belajar dan mengembangkan diri dalam penggunaan perangkat teknologi informasi dan komunikasi ini. Agar dihasilkan pembelajaran yang PAIKEM seperti yang dimaksud diatas.

Perangkat komputer, multimedia serta internet merupakan perangkat jitu dan handal yang membantu dalam proses pembelajaran. Dengan adanya perangkat-perangkat tersebut maka guru akan mudah dan efektif melakukan pembelajaran bersama seluruh siswanya dikelas. Tidak hanya itu guru juga akan terus terpacu mengembangkan diri dalam peningkatan mutu bahan ajar dengan menggunakan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi tersebut.


Mudahnya mendapatkan ide untuk bahan ajar serta terciptanya saling berbagi informasi antar guru dalam hal berbagi pengetahuan dan pembelajaran, semua ini akan bisa dicapai dengan penggunaan perangkat-perangkat teknologi informasi seperti ( komputer, multimedia dan internet ). Tentu saja dengan muatan materi yang lengkap, padat dan efektif. Setiap guru yang mempunyai keterampilan dalam menguasai teknologi informasi dan komunikasi dijamin tidak akan pernah kehabisan ide untuk terus memberikan bahan-bahan ajar yang PAIKEM, dikarenakan akan mudah mendapatkan bahkan membuat bahan ajar yang baik dengan pemanfaatan perangkat teknologi informasi dan komunikasi tersebut.

Agar bisa menguasai pemanfaatan dan penggunaan perangkat teknologi informasi dan komunikasi ini ( komputer, multimedia dan internet ). Setiap guru harus mempunyai beberapa kecakapan khusus diantaranya adalah mengenal tentang komputer dasar, pengolah kata, database dan pengolah angka (spreadsheet ), email dan internet, multimedia, serta yang tak kalah pentingnya adalah penguasaan etika menggunakan internet dan komputer.

Dalam penggunaan media komputer dan internet ini guru di tuntut agar mengetahui dan memahami etika dalam penggunaan komputer atau internet tersebut. Salah satu diantaranya adalah bagaimana mendapatkan software-software yang digunakan apakah dengan cara yang legal atau tidak, artinya apakah perangkat yang digunakan baik itu untuk membantu administrasinya atau membantu dalam proses pembelajaran hasil dari didapatkan dengan cara yang sah atau dengan membajak. Kenapa harus dibahas dengan sedetail ini, dikarenakan penulis yakin jikalau apa yang kita gunakan itu adalah dengan hasil legal maka kita akan sangat dengan percaya diri mengajarkan kepada seluruh siswa tentang makna terhadap kejujuran dan taat pada aturan. Seperti yang sekarang menjadi permasalahan dalam dunia komputer di Indonesia khususnya tentang hukum dari membajak perangkat-perangkat software itu. Di sinyalir indonesia menempati 5 terbesar dalam hal membajak software sungguh bukan suatu prestasi yang membanggakan, bahkan akan sangat menurunkan kepercayaan kredibilitas Indonesia di mata dunia.

Sangat penting untuk diketahui oleh para guru ataupun insan pendidikan bahwa terdapat tiga cara untuk dapat menggunakan perangkat komputer dalam penggunaan sehari-hari, pertama adalah dengan membeli produk software secara legal atau dengan cara membeli ke perusahaan software yang mengeluarkan produk tersebut, tentunya dengan harga yang mahal, dan sebetulnya masih bisa dialihkan untuk keperluan lain yang lebih akan memberikan dampak besar dalam dunia pendidikan seperti di investasikan untuk pengadaan komputer dan alat bantu yang lengkap misalnya. Kedua menggunakan produk dengan cara membajak software komputer dengan cara membeli tidak sesuai dengan harga yang ditentukan, dengan memanfaatkan CD-DVD progam yang banyak dijual di penjual CD-DVD bajakan, mungkin dengan harga yang sangat jauh murahnya dengan harga aslinya dan ini merupakan sifat dan perilaku serta kebiasaan yang tidak boleh menjadi budaya dalam dunia pendidikan kita, kalau kita mampu maka kita harus membeli tapi kalau ada alternatif lain yang sama fungsi serta kegunaan dan harga murah serta tidak membajak kenapa tidak alternatif ini yang kita pilih. Ketiga dengan menggunakan produk opensource. Kenapa harus opensource dan produk legal, disatu sisi tuntutan untuk penggunaan materi berbantu komputer, multimedia dan internet untuk pembelajaran disekolah sangatlah penting. Tetapi jangan sampai juga melupakan hal tentang aturan dan etika pendidikan diantaranya adalah dengan tetap menjaga kejujuran.

Jujur saja diakui atau tidak bahwa saat ini penggunaan produk ilegal yang berupa barang bajakan masih berada dilingkup sekolah. Ada beberapa alasan kenapa sekolah-sekolah masih menggunakan produk illegal tersebut. Satu sisi tidak adanya dana untuk melengkapi setiap komputer dengan produk legal yang cukup mahal dan sebagian ada juga yang berpendapat bahwa tidak akan pernah ada razia yang masuk ke sekolah untuk memeriksa keaslian dari produk software yang digunakan oleh sekolah-sekolah, sehingga membuat sebagian sekolah masih menggunakan produk bajakan. Ini sangat berhubungan erat dengan peraturan pemerintah melalui perundang-undangan yang membahas masalah penggunaan hakcipta yaitu terdapat dalam Pasal 72 ayat (3) UU Hak Cipta No. 19 Tahun 2002 yang bunyinya adalah :

Barang siapa dengan sengaja dan tanpa hak memperbanyak penggunaan untuk kepentingan komersial suatu program komputer dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 ( lima ) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000, 00 ( lima ratus juta rupiah ).“


Sekolah yang semestinya menjadi pusat dari norma-norma dalam mengajarkan kejujuran dan etika perilaku yang jujur seharusnya memperhatikan hal-hal penting dalam keterlaksanaan segala proses kegiatan yang ada disekolah baik itu ditingkat staf, guru dan siswa dalam lingkup sekolah tersebut. Dan sekolah pun seharusnya mendorong guru-guru untuk betul-betul melaksanakan proses pembuatan sebuah hasil karya berbantu komputer dengan benar. Yaitu dengan penggunaan produk-produk yang mempunyai legalitas yang jelas. Jadi seharusnya juga menilai proses bukan dari hasil jadi agar senantiasa tujuan menerapkan disiplin dan kejujuran tetap dijunjung tinggi.

Sisi lain Guru harus memanfaatkan perangkat informasi dan komunikasi sebaik-baiknya, satu sisi kita juga jangan sampai menutup mata akan praktek-praktek ketidak jujuran yang dilakukan disekolah dalam hal ini adalah pembajakan software. Penulis memang terkesan sangat keras dalam hal ini, tapi apakah benar kalau yang diajarkan kepada siswa tentang makna kejujuran dan menjunjung tinggi peraturan yang benar sedangkan proses-proses yang dilakukan untuk menyampaikan kejujuran dan kebenaran tersebut disampaikan dengan cara yang tidak jujur, dalam hal ini adalah dengan cara membajak.

Hal tersebut diatas bukanlah tanpa solusi, ada sebuah solusi yang sangat bijak. Yaitu dengan penggunaan produk-produk FOSS ( free and opensource software ). Dengan adanya FOSS ini Guru atau Lembaga Sekolah tidak dibebankan dengan keharusan membayar sistem FOSS yang digunakan ,semua itu adalah free. Dan produk FOSS ini bebas untuk digunakan dan disebarluaskan untuk kepentingan bersama. Sudah banyak materi atau bahan-bahan yang membahas tentang FOSS dan prospeknya dimasa yang akan datang, satu hal yang menjadi catatan penting adalah Guru yang berhasil dalam pemanfaatan perangkat teknologi informasi dan komunikasi adalah guru yang bisa menanamkan jiwa kejujuran baik dalam dirinya maupun bagi seluruh siswanya. ( Penulis : Yudhi Kurnia, ST, Staf Pengajar SD-SMP Muhammadiyah ).

4 komentar:

Adhicipta R. Wirawan mengatakan...

Open source : Kreativitas Tanpa Batas

Aditia A. Pratama mengatakan...

well explained, good and worth read mas ;)

sedikit curhat :

saya sempet kaget waktu lihat mahasiswa saya udah pada minggat dri propietary dan menggunakan foss untuk OSnya, walau masih dual tapi saya tetep salut, mereka mau belajar dan banyak tanya...kadang saya sampai kewalahan

Sukses selalu ya mas :)

Kang Prabu Sinatria Anom mengatakan...

#Mas Adhicipta Makasih dah berkunjung, betul bgt dengan opensource kita betul-betul gunain 3 aspek keterampilan, satu aspek kognitif yaitu.. orang opensource pasti cerdas, dua aspek afektif dah gitu baek-baek lagi orangnya alnya pake yang ngga bajakan yang ketiga psikomotor n ini tentu saya semua organ geraknya pasti terus beraktifitas alnya Opensource memerlukan energi gerak yang besar... mantab mas...

Kang Prabu Sinatria Anom mengatakan...

# Mas aditia makasih dah kunjungan.. mpe saat ini baru beberapa yang terpengaruh ni mas... dikelas saya n kayaknya perlu gebrakan besar untuk merubah paradigma akan pentingnya produk opensource pada masa ini... insya alloh kita lagi prepare disini buat pengaruh para pendidik buat beralih ke produk legal,,, yang murah tentunya ya apalagi kalo bukan opensource... :)

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons