Selasa, 13 September 2011

Opensource dan semangat gotong royong di Indonesia.

Sudah sejak lama, dan dari dahulu kala negara kita dikenal sebagai bangsa yang suka dengan yang namanya gotong royong, bahu membahu, saling ,membantu dan tolong menolong. Kalaulah boleh kita ambil contoh, bila kita melihat-lihat ke sebuah perkampungan yang masih kental dengan rasa sosial kemasyarakatan yang tinggi, kita akan sangat sering menemukan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat tersebut yang sifatnya adalah saling membantu diantara sesama. Terlebih itu untuk urusan yang bersifat publik ataupun membantu untuk seseorang yang sifatnya perseorangan.

Membangun fasilitas umum, seperti membuat jalan, memperbaiki jalan membuat saluran perairan warga, membangun pos siskamling, bahkan melaksanakan upacara adat dilakukan secara bersama-sama dengan suka rela dan gotong royong. Terkadang juga membantu bahu membahu saudaranya yang sedang melaksanakan pembangunan rumah misalnya, dan ini biasanya dilakukan untuk membangun rumah-rumah panggung yang terbuat dari kayu dan bambu. Mereka lakukan secara gotong royong penuh dengan semangat kebersamaan.

Maka tidak mengherankan apabila Linux sebagai sebuah produk opensource dengan semangat gotong-royongnya, sangat diterima baik oleh kalangan masyarakat IT di Indonesia, meskipun saat ini hanya bersifat sebagai komunitas-komunitas kecil saja, akan tetapi mampu menyuarakan bahwa masih ada sisa-sisa kebudayaan kita yang masih diangkat apik yang ada dalam semangat penggunaan opensource di Indonesia. Namun bukan hanya linux saja sebagai sebuah sistem operasi yang digunakan untuk keperluan sehari-hari bagi kita untuk membantu pekerjaan yang memperbantukan komputer.

Linux sebagai sebuah alternatif baru dalam penggunaan produk-produk Software yang kurang lebih sama dengan kultur bangsa kita yang cinta kerjasama, cinta dengan saling bantu, bersifat sosial yang tinggi telah memberikan ruang pencerahan yang baik bagi kemajuan dan perkembangan dunia IT di Indonesia. Dengan Linux masyarakat negara kita akan lebih dimotivasi untuk tidak selalu menjadi konsumen yang tidak tahu menahu tentang bagaimana proses keberjalanan sebuah produk yang mereka gunakan. Akan tetapi mereka mampu untuk memberikan kontribusi yang lebih dalam mengembangkan daripada produk-produk tersebut. Minimal dengan penggunaan produk opensource masyarakat akan lebih tahu tentang resep-resep dari produk-produk opensource yang mereka gunakan. Tidak hanya sebuah black box ( kotak hitam ) yang kita hanya tahu dari cara masuk dan keluar saja tanpa tahu bagaimana proses kerja dalam black box tersebut.

Sudah saatnya bangsa ini lebih mandiri lagi, tidak dijajah oleh produk-produk yang berbayar. Sebab Linux lebih menawarkan lebih buat Bangsa Kita Indonesia. Yaitu semangat kebersamaan semangat gotong royong, semangat keterbukaan. Semoga.... Yudhi Kurnia, S.T

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons