Jumat, 15 Juni 2012

Wasiat Imam Ibnu Al-Jauzi Kepada Buah Hatinya

Wasiat Imam Ibnu Jauzi kepada sang buah hatinya

diambil dari ikadi.or.id

Sekilas tentang Ibnul Jauzi:
 
Imam Ibnu Jauzi adalah seorang ahli fikih, penasehat dan pakar pendidikan hati (tarbiyatun nufus). Majelis taklimnya dikenal dengan jama'ahnya yang berjumlah ribuan orang. Bahkan pernah sesak oleh ratusan ribu orang. Apabila acara taklimnya diadakan ba'da ashar, maka dari pagi jama'ahnya sudah menyesaki lokasi dan saling berebutan tempat. (Lihat: Sair A'lam Nubala oleh Imam Dzahabi 21/365 dan Dzail Thobaqot Hanabilah oleh Ibnu Rajab Hambali 1/399)
 
Wasiatnya kepada sang buah hati:
 
Memburu keutamaan dalam agama:
 
Ibnul Jauzi memiliki banyak karya tulisan. Yang paling masyhur di antaranya adalah kitab لفتة الكبد فى نصيحة الولد . Ibnu Jauzi berwasiat kepada anaknya Muhammad yang dijuluki dengan Abu Qosim. Katanya:

Wahai anakku...Ketahuilah -Semoga Allah merestuimu- bahwa anak Adam tidak diistimewakan dengan akal melainkan agar ia mengajaknya berpikir. Untuk itulah hadirkanlah akalmu, gerakkanlah ia dan tegurlah dirimu dengan akalmu itu, niscaya akan jelas olehmu bahwa dirimu itu adalah makhluk yang memiliki beban dalam hidup ini(mukallaf). Engkau diwajibkan melaksanakan ibadah-ibadah fardhu. Dua malaikat selalu menyertaimu dengan menghitung lafaz-lafaz dan pandangan matamu. Sesungguhnya nafas-nafas kehidupan adalah derap-derap langkah menuju ajal, batas kontrakmu di dunia ini sangat sebentar, sementara 'penjara' di dalam kubur amat lama sekali, lalu siksa yang mengiringi hawa nafsu terasa sangat keras. Lantas, di manakah kelezatan kemarin (di dunia)?! Ia telah pergi dan meninggalkan penyesalannya. Dan di mana pulakah syahwat diri itu?! Ia t'lah meninggalkan isi kepala dan lenyap sudah.
 
Tidaklah orang yang berbahagia itu kecuali karena ia melawan hawa nafsunya. Dan tidaklah orang celaka melainkan karena ia lebih mementingkan dunianya...
 
Malas meraih berbagai keutamaan dalam agama adalah seburuk-buruknya teman dekat dan cinta kesantaian akan mewarisi penyesalan..,Waspadalah! dan tegurlah dirimu! Ketahuilah bahwa melaksanakan kewajiban agama dan meninggalkan hal-hal yang haram merupakan suatu keharusan. Kapan saja seseorang melampaui batas, maka nerakalah yang dijanjikan untuknya.
 
Ketahuilah, bahwa mencari keutamaan adalah akhir keinginan mereka yang bersungguh-sungguh. Dan dengan sungguh-sungguh itulah kekuatan hadir..
 
Oleh karena itu orang yang memiliki cita-cita besar harus meraih segala keutamaan itu, kemudian menyibukkan diri dengan menghafal al-Qur'an dan mempelajari tafsirnya, hadits Rasulullah saw, mengenal siroh beliau saw dan siroh para sahabatnya, dan para ulama setelah mereka, untuk menentukan pilihan martabat yang lebih tinggi..
 
Tidaklah cita-cita mulia itu terhenti melainkan karena kejelekannya. Sebab, kalau tidak, kapan saja himmah (cita-cita mulia) itu meninggi ia tidak akan tergoda oleh dunia.
 
Kapan saja engkau melihat dalam dirimu ada rasa lemah (bete), bertanyalah kepada Allah, atau rasa malas mengadulah kepada-Nya. Engkau tidak akan memperoleh kebaikan selain dengan mentaati-Nya. Dan tidaklah kebaikan itu terlewati dari dirimu kecuali lantaran kemaksiatan yang engkau lakukan.
 
Pengalaman hidup:
 
Aku akan ceritakan sekilas pengalaman hidupku. Mudah-mudahan kamu bisa mencontohnya.
Aku punya himmah (cita-cita yang besar dan mulia) yang besar sekali. Suatu kali aku berada di kelas tempat belajar dan menghafal al-Qur'an. Waktu itu usiaku sekitar 6 tahun. Aku punya teman-teman bermain yang usianya jauh di atasku. Kala itu aku dikarunia akal yang matang melebihi akal orang-orang dewasa. Sedikitpun aku tidak senang bermain bersama teman-teman sebayaku di jalan-jalan, dan tertawa terbahak-bahak bersama mereka.
 
Suatu kali, disaat umurku 7 tahun, aku datang ke teras masjid untuk mencari hadits. Tiba-tiba terdengar seseorang sedang membacakan sanad (riwayat hadits atau al-Qur'an) yang sangat panjang. Seketika aku hafal semua yang aku dengar itu. Dan kemudian aku pulang dan menuliskannya di rumah..
 
Sungguh, Allah telah memanag dan mendidik diriku ini, memberikan pahala yang lebih baik bagiku, menjagaku dari musuh-musuh dan para pendengki yang membuat makar atasku, membentangkan sebab-sebab turunnya ilmu, memberikan penghasilan kepadaku dari arah yang tidak aku sangka-sangka, memberikan karunia pemahaman, cepat menghafal dan pandai menulis buku. Sedikitpun aku tidak menyukai dunia. Malah Allah membuatku merasa cukup dengannya dan menambahkan lebih bagiku serta aku bisa diterima oleh semua secara luas oleh manusia...
 
Aku pernah berkeliling mendengarkan hadits dari para guru, nafasku hampir putus karena keletihan berlari agar tidak tertinggal mereka. Pernah juga aku bangun pagi dan tidak memiliki makanan sedikitpun. Demikian pula di sore harinya.
 
Rahasia dari itu adalah bahwa aku mengumpulkan semua wasiatku itu dari firman Allah swt yang berbunyi:
 
واتقوا الله ويعلمكم الله
 
Artinya: "Dan bertakwalah kepada Allah niscaya Dia akan mengajarkanmu.."(Qs al-Baqoroh: 282).

Bersegera bertaubat dan memanfaatkan sisa umur:
 
Perhatikanlah wahai anakku..Sesalilah waktu-waktu yang telah kamu hambur-hamburkan tanpa makna dan gapailah sifat-sifat orang-orang yang sempurna selagi kamu masih memiliki kelapangan waktu, siramlah dahanmu selama ia masih muda (hijau), ingat-ingatlah kembali waktumu yang telah berlalu. Cukuplah itu menjadi nasehat yang t'lah sirna rasa malas di dalamnya, dan  pintu-pintu fadhilah telah berlalu.

Generasi salafus sholeh -rahimahumullah- dahulu mencintai semua sifat keutamaan dan menangis ketika sifat-sifat itu hilang dari diri mereka.
 
Ketahuilah, wahai anakku, bahwa hari-hari beternak waktu, waktu beternak nafas-nafas, setiap  nafas memiliki segudang amal. Maka berhati-hatilah jikalau nafas-nafas itu lenyap tanpa arti sehingga akibatnya engkau lihat ia gudang amal yang kosong di hari kiamat kelak. Lalu engkaupun menyesal.
 
Seseorang berkata kepada Amir bin Qois: "Santailah sejenak. Saya mau bicara dengan anda!" Amir mengelak sambil menjawab: "Peganglah matahari." Yakni; bahwa zaman itu akan berlalu dan aku tidak akan menyia-nyiakan sedikitpun bagian darinya, kecuali jika engkau bisa menghentikan gerak matahari itu.
 
Dalam sebuah hadits dari Jabir radiyallahu anhu dari nabi shallahu alaihi wasallam beliau bersabda: 
 
من قال سبحان الله العظيم وبحمده غرست له نخلة قى الجنة
 
"Barangsiapa yang berucap "Subhanallohil Adzhim wa bihamdihi" maka akan ditanamkan baginya sebuah pohon kurma di surga."(HR. Tirmizi, No.3463)
 
Lihatlah orang-orang yang suka menyia-nyiakan waktunya, betapa banyak sudah ia menyia-nyiakan pohon kurma itu!!

Takwa sebaik-baik bekal
 
Wahai anakku!
Kapan saja takwamu benar, pasti engkau akan melihat kebaikan. Orang bertakwa itu tidak pernah riya kepada makhluk dan tidak menantang sesuatu yang bisa merusak agamanya. Barangsiapa yang menjaga peraturan Allah, pasti Allah akan menjaga dirinya...
 
Ketahuilah, wahai anakku..
Bahwa sebaik-baik harta simpanan adalah menundukkan pandangan dari apa-apa yang diharamkan Allah swt, menjaga lidah dari ucapan yang berlebih-lebihan, memelihara semua aturan-aturan-Nya dan mengutamakan kepentingan Allah dari hawa nafsu.
 
Intropeksilah dirimu pada setiap pandanganmu, ucapanmu dan langkahmu. Sesungguhnya engkau bertanggungjawab penuh atas itu semua. Selama engkau mengambil manfaat dari ilmu, Insya Allah manusia akan mendengarkanmu. Kapan saja seseorang memberi nasehat yang tidak dia amalkan terlebih dahulu dengan ilmunya, maka pengaruh nasehatnya itu akan mental dari hati mereka, sebagaimana air akan mengalir menjauhi batu. Janganlah engkau memberikan nasehat kecuali dengan niat yang baik. Janganlah engkau berjalan kecuali dengan niat, dan jangan makan melainkan dengan niat. Insya Allah dengan mencontoh akhlak orang-orang sholeh dulu, semua yang ada pada dirimu akan tersingkap jelas.
 
Tunaikanlah masing-masing orang hak mereka. Baik itu istri, anak, ataupun kerabat. Periksalah setiap waktu-waktumu, bagaimana ia berlalu? Janganlah engkau 'lepas' ia melainkan itu adalah waktu-waktu yang paling mulia. Janganlah engkau bersantai-ria. Biasakanlah beramal sebaik dan seprofesional mungkin. Menabunglah untuk liang kuburmu apa-apa yang bisa membuatmu senang menuju ke arah sana. Seperti dikatakan:
 
يا من بدنياه اشتغل       وغره طول الأمل
الموت يأتى بغتة     والقبرصندوق العمل
 
Hai orang yang sibuk dengan dunianya                   dan diperdaya oleh panjang angan-angan
Kematian akan datang dengan tiba-tiba                            dan kuburan sebagai kotak amal

Perhatikanlah akibat dari akhir segala urusan, Insya Allah kesabaran akan memudahkanmu menghadapi semua kesenangan dan kebencian. Jika engkau menjumpai dirimu dalam keadaan lalai, ajaklah ia refreshing ke kuburan. Ingatkanlah ia dengannya akan dekatnya perjalanan panjang.
 
Aku yakin engkau, wahai anakku, tidak berprasangka buruk atas semua harapanku ini kepadamu. Aku telah menyerahkan dirimu kepada Allah swt. Kepada-Nya aku memohon agar engkau direstui dalam menuntut ilmu dan mengamalkannya. Inilah wasiat yang ingin kusampaikan kepadamu. Tidak ada daya dan upaya melainkan hanya dari Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.
 
 
Semoga wasiat Imam Ibnu Jauzi ini bisa kita renungkan dan kita sampaikan kepada buah hati kita yang memang Allah takdirkan hidup di zaman yang penuh dengan tantangan dan cobaan hidup ini. Amiin..
 
Wallahu a'lam bish-showab

(Hidayatullah, Lc al-Hafiz)

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons