Jumat, 31 Maret 2017

Readhathon Rising Up The Challenge _Komplek Perguruan Muhammadiyah Antapani

Oleh : Yudhi Kurnia

Menuliskan materi mengenai membaca seakan tak pernah ada habisnya. Ide untuk menuliskan hal-hal mengenai membaca selalu saja ada. Dalam kesempatan kali ini penulis mencoba untuk memberikan sebuah gambaran mengenai kegiatan Readhaton Rising Up the Challenge di Komplek Perguruan Muhammadiyah Antapani Bandung, pada Kamis, 9 Maret 2017.

*Readhaton* kali ini nampak begitu istimewa dan tidak seperti biasa. Kegiatan yang setiap minggunya hanya di gelar di basement gedung baru dengan beralaskan paving block biasa dan di laksanakan oleh kelas besar saja. Sedangkan, untuk hari ini beda sekali. Ada panggung kecil di pinggir lapang aspal sekolah, di lengkapi alat pengeras suara, terdengar komando dari Kesiswaan SD Muhammadiyah 7 Bandung untuk para peserta didik segera menuju ke Lapang dengan membawa buku bacaan dan alas duduk. Tanpa menunggu waktu lama, semua level kelas dari kelas 1-6 berjumlah mulai berdatangan dan menempati tempat yang sudah ditentukan. Dengan posisi duduk dimulai dari sebelah selatan di isi oleh anak-anak kelas 1 dan selanjutnya ke arah utara di isi kelas 2-6.

Ramai sekali anak-anak ini, duduk dengan rapi dengan menenteng buku. Beragam buku bacaan yang dibawa. Namun dari pemantauan penulis buku yang paling banyak di bawa oleh siswa adalah buku-buku yang bergambar. Hal ini di karenakan anak-anak seusia kelas 1-6 masih senang dengan tulisan, atau cerita-cerita bergambar. Setelah semuanya berkumpul acara pembukaan pun di mulai di awali oleh Bapak Firman, dan di lanjutkan dengan membaca senyap selama 30 Menit. Acara dilanjutkan dengan sambutan oleh KS. SD Muhammadiyah 7 Bandung Bp. Iwan Kurniawan, di lanjutkan sambutan dari WJLRC Jawa Barat Bp. Taofik Yusmansyah, yang sekaligus juga sebagai KS. SMP Muhammadiyah 8 Bandung.

Tiba saatnya sambutan dari Ibu Kepala Dinas Arsip dan perpustakaan daerah Jawa Barat. Dalam paparannya beliau menyampaikan untuk senantiasa mencintai membaca. Dengan kehadiran Kepala Dinas Arsip dan perpustakaan daerah ini Komplek Muhammadiyah Antapani Bandung tengah berlari untuk terus berpacu dengan waktu, berprestasi lebih tinggi lagi, terutama dalam bidang Literasi. Dengan kehadiran Mobil baca di sekolah lebih mempermudah lagi dalam mengakses bahan bacaan yang baik dan berkualitas. Semua stackholder di dorong untuk mencintai membaca, Pimpinan, Guru, Karyawan, Siswa juga Orang Tua harus betul-betul menyenangi membaca.
Diantara sederet acara kamis kemarin, penulis begitu tertarik dengan tema 1000 buku, 1000 siswa, 1000 orang membaca. Jumlah siswa 1-6 plus guru mungkin lebih dari 1000. Namun dengan angka 1000 ini lebih meyakinkan kita semua akan pentingnya budaya membaca.

Semoga acara-acara branding yang tidak biasa ini bisa terus terselenggara. Semangat Membaca, semangat Membuka Jendela, dan berkeliling Dunia.
_“Membaca adalah bagaimana kita Menjadi Manusia”_

Antapani – 10 Maret 2017

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons